Innovillage

GREENGLOW: SABUN NATURAL YANG MENGUSUNG EKONOMI SIRKULAR HASIL LIMBAH DAUR ULANG SEBAGAI PRODUK KHAS DARI DESA RANCAKALONG UNTUK MASA DEPAN BERKELANJUTAN

16 October 2024


Kategori:

Sustainable Technologies

CoE:

-

SDG:

SDG8 - Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

SDG11 - Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan

SDG12 - Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab

No HKI:

-


Disclaimer:

Produk inovasi yang dipublikasikan dalam artikel ini bukan merupakan inovasi milik Universitas Telkom, melainkan milik perguruan tinggi lain yang berpartisipasi dalam program Innovillage, sebagaimana tercantum pada bagian identitas produk dan identitas inovator. Program Innovillage, yang diselenggarakan oleh PT. Telkom Indonesia bekerja sama dengan Universitas Telkom, merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi digital untuk kegiatan pengabdian masyarakat, memajukan kesejahteraan, serta mencerdaskan kehidupan bangsa.


Desa Rancakalong, yang terletak di perbukitan subur Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, memiliki potensi kekayaan alam yang melimpah. Dengan luas wilayah 207,9 hektar dan ketinggian 855 meter di atas permukaan laut, desa ini kaya akan hasil bumi dan memiliki jumlah penduduk sekitar 4,851 jiwa. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani, menghasilkan berbagai komoditas pertanian, terutama umbi-umbian dan padi.

Meski kaya, perekonomian Desa Rancakalong belum sepenuhnya mandiri. Banyak petani yang bergantung pada tengkulak untuk menjual hasil panennya, sehingga seringkali mereka tidak mendapatkan harga yang adil. Setiap musim panen, desa ini bisa menghasilkan hingga 10 ton hasil pertanian, namun hanya sekitar 5 kwintal yang diolah untuk meningkatkan nilai jual. Produk yang dihasilkan pun masih terbatas, dengan variasi pengolahan seperti ubi bakar, kremes, dan kripik.

Kepala Desa Rancakalong, Bapak H. Wawan Suwandi, menyebutkan bahwa meski Sampeu Wedang menjadi ciri khas desa, bahan dasarnya berasal dari singkong desa sebelah dan memiliki daya tahan yang rendah. Hal ini mengindikasikan perlunya inovasi dalam produk lokal untuk meningkatkan daya saing dan memperkenalkan Desa Rancakalong sebagai destinasi wisata kesenian.

Inovasi produk kami di Desa Rancakalong bertujuan mengatasi ketidakadilan harga dari tengkulak dengan meningkatkan nilai hasil panen dan memperluas pemasaran mandiri bagi petani. Pusat produksi akan dibangun di desa ini dengan dukungan BUMDes, yang akan mengedukasi masyarakat dalam memproduksi sabun dari bahan lokal, termasuk kemasan biodegradable dari limbah kulit ubi. Setelah uji laboratorium, produk akan dipasarkan melalui e-commerce dan website desa untuk memperkenalkan produk khas Rancakalong. Inisiatif ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga meningkatkan daya tarik desa di sektor pariwisata serta mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pengelolaan limbah yang efektif.

Tingkat Kesiapan Teknologi (TRL):

-

Standarisasi:

Belum ada

Mitra Kolaborasi:

Belum ada

Tags: -


Informasi Tim Inovator

Kenali Tim Inovator Pencipta Masa Depan Cemerlang!

Nama
Base
CoE
Taufiq Maulana Firdaus
(External )
Universitas Telkom, Fakultas Rekayasa Industri, Program Studi S1 Sistem Informasi
-
Dhewa Radya Hanggardha Phat Yoga
(External )
Universitas Telkom, Fakultas Rekayasa Industri, Program Studi S1 Sistem Informasi
-

Telepon

+62811 2233 9963

Email

[email protected]

marketingbtp​@telkomuniversity.ac.id

Location

Bandung, Indonesia