17 October 2024
Kategori:
Sustainable Technologies
CoE:
-SDG:
SDG2 - Tanpa Kelaparan
SDG3 - Kehidupan Sehat dan Sejahtera
SDG7 - Energi Bersih dan Terjangkau
SDG8 - Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
SDG12 - Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
SDG17 - Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
No HKI:
-
Produk inovasi yang dipublikasikan dalam artikel ini bukan merupakan inovasi milik Universitas Telkom, melainkan milik perguruan tinggi lain yang berpartisipasi dalam program Innovillage, sebagaimana tercantum pada bagian identitas produk dan identitas inovator. Program Innovillage, yang diselenggarakan oleh PT. Telkom Indonesia bekerja sama dengan Universitas Telkom, merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi digital untuk kegiatan pengabdian masyarakat, memajukan kesejahteraan, serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
Desa Tangkil di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memiliki potensi besar dalam bidang pertanian dan perikanan. Meskipun banyak masyarakat yang mengelola lahan dan memelihara pohon pisang, limbah batang pisang sering kali tidak dimanfaatkan secara optimal dan hanya dibuang. Melihat potensi ini, proyek EcoPonic dihadirkan sebagai solusi untuk mengubah limbah tersebut menjadi pupuk cair dan pakan alternatif bagi ikan lele dalam sistem aquaponik, yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu siklus. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara lebih efisien.
EcoPonic tidak hanya mengandalkan sistem pertanian terintegrasi, tetapi juga menggabungkan teknologi terbarukan seperti penggunaan panel surya untuk mendukung operasionalnya. Solar panel digunakan untuk menyediakan energi yang berkelanjutan bagi sistem aquaponik, mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional. Limbah batang pisang diolah menjadi pupuk cair untuk nutrisi tanaman, sementara ampasnya digunakan sebagai pakan ikan lele. Dengan demikian, proyek ini menciptakan lingkungan budidaya yang ramah lingkungan dan hemat energi, memberikan manfaat bagi pertanian dan perikanan lokal.
Selain itu, proyek ini juga memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi EcoPonic untuk mempermudah pemasaran produk hasil panen masyarakat Desa Tangkil. Aplikasi ini memungkinkan petani untuk memasarkan sayuran dan ikan lele mereka secara online, menjangkau lebih banyak konsumen dan meningkatkan pendapatan mereka. Konsumen dapat mengakses informasi mengenai produk secara langsung, termasuk metode budidaya yang berkelanjutan, yang membantu memperluas pasar dan meningkatkan kesadaran akan produk ramah lingkungan.
Implementasi EcoPonic melibatkan pelatihan kepada masyarakat Desa Tangkil tentang cara mengoperasikan sistem aquaponik dan menggunakan aplikasi pemasaran. Dengan dukungan dari pemerintah desa dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan proyek ini dapat berjalan mandiri dan berkelanjutan. Pendekatan ini memberikan keterampilan baru kepada masyarakat, seperti manajemen budidaya ikan dan tanaman, serta kemampuan menggunakan teknologi digital untuk memperluas pasar mereka.
Dengan EcoPonic, Desa Tangkil tidak hanya dapat memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi, tetapi juga menciptakan peluang kerja baru dan meningkatkan ketahanan pangan lokal. Proyek ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain dalam mengoptimalkan potensi lokal dengan teknologi yang terjangkau dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan.
Tingkat Kesiapan Teknologi (TRL):
Standarisasi:
Mitra Kolaborasi:
Tags: -
Kenali Tim Inovator Pencipta Masa Depan Cemerlang!
Mobile Robots
Electric Commercial Vehicles
Metaverse
Blockchain
Berikut ringkasan deskripsi artikel untuk Prepaid Smart Water Meter:Prepaid Smart Water Meter adalah solusi digital berbasis teknologi untuk pengelolaan distribusi.
Tool for Pollutant Monitoring
Integrated Power Monitoring
Telepon
+62811 2233 9963
Location
Bandung, Indonesia