18 October 2024
Kategori:
Sustainable Technologies
CoE:
-SDG:
SDG7 - Energi Bersih dan Terjangkau
SDG8 - Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
SDG9 - Industri, Inovasi, dan Infrastruktur
SDG12 - Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
No HKI:
-
Produk inovasi yang dipublikasikan dalam artikel ini bukan merupakan inovasi milik Universitas Telkom, melainkan milik perguruan tinggi lain yang berpartisipasi dalam program Innovillage, sebagaimana tercantum pada bagian identitas produk dan identitas inovator. Program Innovillage, yang diselenggarakan oleh PT. Telkom Indonesia bekerja sama dengan Universitas Telkom, merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi digital untuk kegiatan pengabdian masyarakat, memajukan kesejahteraan, serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
Desa Manduang di Kabupaten Klungkung, Bali, memiliki potensi besar dalam produksi kakao, namun tantangan utama yang dihadapi para petani adalah proses pengeringan biji kakao yang masih menggunakan metode tradisional. Pengeringan secara manual di bawah sinar matahari berisiko terhadap kontaminasi dan ketergantungan pada cuaca, sehingga memengaruhi kualitas hasil panen. Ketika cuaca buruk, proses pengeringan bisa tertunda, menyebabkan biji kakao rentan terhadap jamur dan penurunan mutu. Tantangan ini berdampak pada rendahnya harga jual biji kakao di pasar, yang tentu merugikan petani lokal.
Sebagai solusi, tim kami memperkenalkan INOCHOCO, sebuah inovasi alat pengering biji kakao berbasis arduino yang menggunakan tenaga surya. Alat ini dirancang untuk memberikan proses pengeringan yang lebih efektif dan steril. Dengan teknologi ini, petani bisa mengatur suhu dan waktu pengeringan sesuai kebutuhan, sehingga prosesnya menjadi lebih cepat dan bebas dari kontaminasi. Alat pengering ini juga menggunakan panel surya sebagai sumber energinya, menjadikannya ramah lingkungan dan cocok untuk daerah dengan sinar matahari yang melimpah seperti Bali.
Melalui alat pengering INOCHOCO, proses pengeringan biji kakao yang biasanya memakan waktu berhari-hari dapat dipersingkat secara signifikan. Selain itu, hasil biji kakao yang lebih kering dan bersih akan meningkatkan kualitasnya, sehingga mampu bersaing di pasar dan mendapatkan harga jual yang lebih baik. Hal ini tentunya akan meningkatkan pendapatan para petani di Desa Manduang, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Implementasi INOCHOCO juga melibatkan pelatihan bagi petani dalam penggunaan alat ini, serta pengenalan konsep digitalisasi untuk memasarkan produk kakao mereka ke pasar yang lebih luas. Tim kami memberikan edukasi kepada para petani agar mereka dapat mengoperasikan alat dengan mandiri, serta menggunakan media sosial untuk memperkenalkan produk kakao berkualitas tinggi yang dihasilkan. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya mengatasi masalah teknis dalam proses pengeringan, tetapi juga membantu para petani untuk lebih melek teknologi dalam mengembangkan usaha mereka.
Proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Manduang. Melalui penggabungan teknologi modern dan energi terbarukan, INOCHOCO mampu memberikan solusi yang konkret untuk meningkatkan kualitas biji kakao, mendukung kesejahteraan petani, serta menjaga kelestarian lingkungan. Inisiatif ini juga menjadi bukti bahwa inovasi lokal dapat menjadi pendorong bagi tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya dalam sektor pertanian dan energi bersih.
Tingkat Kesiapan Teknologi (TRL):
Standarisasi:
Mitra Kolaborasi:
Tags: -
Kenali Tim Inovator Pencipta Masa Depan Cemerlang!
Metaverse
Data Privacy
Healthcare AI
Mixed Reality (MR)
Berikut ringkasan deskripsi artikel untuk Prepaid Smart Water Meter:Prepaid Smart Water Meter adalah solusi digital berbasis teknologi untuk pengelolaan distribusi.
Tool for Pollutant Monitoring
Integrated Power Monitoring
Telepon
+62811 2233 9963
Location
Bandung, Indonesia